Sunday, February 5, 2012

KISAH NERAKA

Allah  Swt  berfirman dalam Al-Quran: Dan sesungguhnya Jahannam itu tempat yang dijanjikan  bagi mereka sekalian. Ia mempunyai tujuh pintu; tiap-tiap pintu    (telah   ditetapkan)   untuk   golongan   tertentu   dari   mereka (pengikut-pengikut iblis). (QS. Al-Hur, 15: 43:44)

Tentang  pintu-pintu  neraka,  Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Jibril as:  Apakah keadaan  pintu-pintu neraka itu seperti pintu rumahku? Jawab Jibril: Tidak, tetapi pintu neraka terbuka di bawah yang lain.


Dalam sebuah riwayat, Wahab bin Munabbih berkata, Jarak satu pintu ke pintu lainnya  boleh ditempuh dengan perjalanan tujuh puluh tahun. Setiap pintunya sangat panas dari yang lain dengan perbandingan tujuh puluh kali.


(MUKHTASHAR TADZKIRATUL QURTHUBY) 

 Rasulullah Saw, dalam riwayat lain, pernah berdialog dengan Malaikat Jibril as,

Rasulullah: Siapakah orang-orang yang ditempatkan di pintu-pintu neraka itu?                             

Jibril        : Pintu pertama (paling bawah) namanya Hawiyah, ditempati orang-orang munafik  dan  kafir.  Pintu  kedua  namanya  Jahim,  ditempati  orang-orang musyrik. Pintu   ketiga  namanya  Saqar,  ditempati  orang-orang  Shabiin (orang-orang  yang  menukar agama,  para  penyembah  bintang, yang mengaku beragama  Nabi Nuh). Pintu keempat namanya Ladhaa, ditempati Iblis dan para pengikutnya  serta orang-orang Majusi (penyembah api). Pintu kelima namanya Huthamah,  ditempat  oleh orang-orang  Yahudi. Pintu  keenam  namanya  Sair, ditempati  orang-orang  Nasrani.  Pintu  ketujuh ditempati orang-orang yang berbuat  dosa  besar  dari  golongan  umatmu  yang sampai mati mereka belum bertaubat.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Jibril tidak menerangkan penghuni pintu ketujuh sehingga  Rasulullah  Saw  bertanya:  Wahai Jibril mengapa engkau tidak memberitahu  kepadaku  penghuni pintu ketujuh? Jibril berkata: Wahai Muhammad,  tak  usahlah  engkau tanyakan hal itu kepadaku. Kata Nabi Saw: Baiklah  kalau  begitu. Maka Jibril berkata: Wahai Muhammad, iaitu para pembuat  dosa-dosa  besar  dari  ummatmu.  Mereka  mati sebelum  bertobat. Seketika itu Nabi SAW pengsan.


Dan  setelah sadar beliau berkata: Wahai Jibril, besar sekali musibahku dan aku  sangat takut.  Apakah  salah seorang dari ummatku akan masuk neraka?

Jibril  menjawab: Ya, ummatmu yang berbuat dosa-dosa besar. Maka nabi Saw menangis lalu Jibril  menangis  pula kerana melihat Nabi Saw menangis. (Tanbihul Ghafilin-Al-Faqih Abu Laits Samarqandi, hal 59)

Pintu-pintu  neraka  akan  dibuka apabila golongan yang akan memasuki telah dihadirkan, seperti  firman  Allah: Dan orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam  berombong-rombongan,  sehingga  apabila  mereka  sampai keneraka, dibukakan  pintu-pintunya  dan penunggu-penunggunya berkata kepada mereka:

Bukankah  telah  datang  kepada  kamu  rasul-rasul  dari  jenis  kamu yang membacakan kepada  kamu  ayat-ayat  Tuhan  kamu  dan mengancam kamu dengan pertemuan  hari ini? Mereka menjawab: Ya ada! Tetapi telah pantas hukuman azab atas orang-orang kafir. (QS, As-Zumar, 39:72)

Lalu   dalam   keadaan  rela  atau  terpaksa  mereka  akan  diherdik  untuk memasukinya,


Dikatakannya: Masukilah pintu-pintu Jahannam itu, kamu kekal di dalamnya. Maka  alangkah buruknya tempat kembali bagi orang-orang yang sombong itu. (QS. Az-Zumar, 39:72)

Dalam sebuah hadits yang panjang, Abu Hurairah ra menggambarkan neraka pada kalimat terakhir hadits itu,

Abu  Hurairah berkata: Demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah di tanganNya, bahwa dasar Jahannam itu dalamnya adalah tujuh puluh tahun (perjalanan).
(HR. Muslim dan Hudzaifah dan Abu Hurairah ra)

Dalam hadits lain, yaitu:

Hadits  Ibnu  Abbas  ra mengatakan: Pada suatu hari Rasulullah sedang duduk dengan  para sahabatnya.  Tiba-tiba  dia mendengar suatu suara. Ketika itu Nabi  saw  bertanya:  Tahukah kamu suara apakah itu? Jawab mereka: Allah dan  RasulNya  yang  lebih  tahu.  Kata  Nabi Saw:  Itu adalah batu yang dilemparkan  ke  dalam  neraka  sejak  tujuh puluh tahun yang lalu dan baru sekarang sampai ke dasar neraka itu. (HR. Muslim)

Tidaklah  berlebihan  bila  dalam  sebuah  dialognya dengan Allah, Jahannam mengatakan   masih   sanggup  memuat  calon-calon  penghuninya  berapa  pun jumlahnya, seperti firman Allah, Ingatlah  hari  yang  Kami  akan bertanya kepada Jahannam: Sudahkah engkau penuh?  dan  ia (Jahannam) akan menjawab: Apakah ada tambahan? (QS, Qaf, 50:30)


Tentang  panasnya  api  neraka,  Rasulullah  Saw  bersabda, Api kalian yang dinyalakan  di dunia  ini  adalah  sebagian  dari  tujuhpuluh  bagian bila dibandingkan  dengan  panasnya api  Jahannam. Para sahabat bertanya: Demi Allah,  yang  ini  saja  yang  di  dunia  kiranya sudah  mencukupi  (untuk menghancurkan manusia) ya Rasulullah?


Sahut  beliau:  Sesungguhnya  panasnya  itu  masih  lebih  sembilan  puluh sembilan  bagian  lagi  (dari  api  dunia  ini) yang masing-masing panasnya setiap bagian sedemikian itu. (HR. Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah ra)


Dalam  hadits  yang lain  dari  Ibnu  Masud ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: Panas api  yang  kamu nyalakan di dunia ini (termasuk matahari) hanyalah  sepertujuh puluh dari panasnya  api  neraka  di akhirat. Kalau sebagian  kecil  (api  neraka) jatuh ke dunia, niscaya mendidihlah air laut karena panasnya. (HR. Muslim) (Dari Kehidupan Insan di Alam Baqa-Halimuddin SH, hal 8)


Dalam satu riwayat disebukan bahwa Allah Taala mengutus malaikat Jibril as kepada malaikat  Malik  supaya  mengambil  sebagian  dari api neraka untuk keperluan Adam memasak makanan.

 Malaikat Malik berkata: Wahai Jibril, berapa api yang engkau kehendaki dari neraka?

Jibril : Kira-kira sebutir kurma.


Malik  :  Wahai  Jibril,  sekiranya aku berikan kepadamu api neraka sebesar sebutir  kurma, niscaya  hancurlah  tujuh  langit  dan  tujuh  bumi karena panasnya.


Jibril : Bagaimana kalau hanya separuhnya saja?


Malik  : Andai apa yang engkau kehendaki itu aku berikan, nescaya tidak akan  ada  air di langit  walau  setitis pun dan tak akan tumbuh satu pun tumbuh-tumbuhan di bumi.


(Kemudian Jibril menghadap Allah dan berkata)


Jibril : Ya Tuhanku, seberapa aku harus mengambil api dari neraka?


Allah : Ambillah sebesar debu. (Durratun Nasihin III, hal 112)


Maka Jibril mengambil api sebesar debu, lalu ia menyelamkannya dalam sungai sampai  70 (tujuh puluh) kali. Kemudian ia memberikannya kepada Adam as dan Jibril  meletakkannya di atas gunung yang menjulang tinggi, gunung musnah. Akhirnya   api   itu  dikembalikan lagi pada tempatnya. Adapun  asapnya tertinggal pada batu-batu dan besi-besi sampai Sekarang.


Dan dapatlah dibayangkan betapa panasnya kalau percikan-percikan api neraka itu seperti yang gambarkan oleh Allah dalam Al-Quran: Sesungguhnya neraka itu  melontarkan  percikan-percikan  api yang besar. (QS, Al-Mursalat, 77:32)


Malaikat Jibril AS pernah memberi gambaran kepada Nabi Muhammad Saw tentang neraka. Begini:  Andaikata  neraka itu dibuka selubang jarum di arah timur maka terbakarlah penduduk bagian barat kerana sangat panasnya.


Dan  andaikata  pakaian  ahli neraka digantungkan diantara langit dan bumi, maka  matilah mereka karena sangat panasnya. Dan andaikan satu hasta rantai yang telah disebutkan Allah dalam kitab-Nya itu diletakkan pada gunung maka hancurlah  gunung  itu  hingga  menembus tujuh bumi. Dan andaikata seorang lelaki dari ahli neraka yang disiksa berada di arah barat maka sungguh akan hanguslah orang yang berada di arah timur karena sangat hebatnya siksaan.


Sebelum  para  ahli neraka dihadirkan, Allah mengadakan persiapan-persiapan secukupnya   untuk  membuat  kejutan-kejutan. Bersabda Rasulullah Saw: Malaikat Jibril telah datang kepadaku, aku berkata kepadanya: Wahai Jibril terangkanlah kepadaku sifat-sifat neraka Jahannam. Ia  (Jibril)  berkata:  Sungguh  Allah Taala telah menciptakan neraka dan menyalakannya selama seribu tahun sehingga menjadi berwarna merah, kemudian menyalakannya lagi selama seribu tahun sehingga mejadi berwarna putih, lalu menyalakannya  lagi  selama  seribu  tahun  sehingga berwarna hitam seperti malam yang  gelap, nyalanya tidak pernah berhenti dan baranya tidak pernah bisa padam.


Allah  melengkapi  pemandangan  di  neraka  dengan sesuatu yang tidak hanya boleh  dilihat tetapi  wajib  didaki  oleh  penghuninya.  Hadits  Abi Said al-khudry  ra,  katanya: Rasulullah Saw pernah membicarakan tentang firman Tuhan   yang   berbunyi: Aku akan Membebaninya dengan  pendakian  yang memenatkan.  Iaitu  gunung  di  dalam  neraka yang wajib didaki oleh orang kafir selama tujuh puluh tahun. Demikianlah ketinggian gunung itu. (HR. Tirmidzi)


Dalam  hadits lain dari Anas ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Wailun  itu suatu  lembah di dalamnya neraka Jahannam. Dalamnya lembah itu sejauh  empat  puluh perjalanan  bagi orang kafir baru sampai ke dasarnya. Kata Abi Said al Khudry ra: Bahwa Wailun itu adalah lembah yang terletak diantara  dua  buah  gunung  di dalam neraka. Empat puluh tahun lamanya orang kafir baru sampai ke dasarnya. (HR. Muslim)


Rasulullah Saw menambahkan: Di dalamnya terdapat sebuah gunung yang bernama Raqabah yang dilalui orang-orang kafir. Gunung ini begitu panasnya sehingga bila tangan diletakkan di atasnya  maka tangan itu akan hancur dan bila diangkat maka kembali seperti semula. (HR. Tirmidzi)

Tidak  ada  celah  sedikitpun di dalamnya neraka yang tidak diramaikan oleh bara  api. Nabi Saw  bersabda: Sesungguhnya tanah neraka itu terdiri dari timah  hitam,  pagarnya  dari tembaga, atapnya dari belerang, kayu bakarnya dari  manusia dan batu. Bila api neraka itu dinyalakan, maka semua yang ada di sana menyala pula menjadi api. (AL-Hadits)


Menurut  keterangan  dari  Ibnu  Masud ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:  Pada hari  kiamat akan dikeluarkan neraka Jahannam dengan tujuh puluh  ribu  kendali,  tiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat. (HR. Muslim)


Keterangan  selanjutnya  adalah  dari  Ibnu  Abbas  ra.  Ia berkata: Neraka Jahannam  pada  hari  kiamat  nanti  akan  didatangkan dari bawah bumi yang ketujuh  dan  di  sekelilingnya dikepung tujuh puluh ribu barisan malaikat. Setiap  barisnya lebih banyak daripada jumlah dua golongan jin dan manusia. Mereka menarik Jahannam itu dengan tali-talinya.
 

Jahannam  mempunyai  empat  kaki.  Jarak  antara dua kaki sejauh perjalanan seribu tahun. Jahannam  memiliki  tiga  puluh  ribu kepala, setiap kepala mempunya  tiga  puluh  ribu mulut,  setiap mulut mempunyai tiga puluh ribu geraham,  masing-masing  geraham  tiga puluh ribu kali besarnya dari gunung Uhud, setiap mulut juga memiliki dua bibir selebar dunia. Pada setiap bibir terdapat rantai dari besi dan pada setiap rantai mempunyai tujuh puluh ribu kolong,  setiap kolong dipegang para malaikat yang tak terhitung jumlahnya.
Kemudian Jahannam digiring ke sebelah kiri Arsy. (Darratun Nasihin III, hal 15)

Dan  untuk  menambah  kekejaman neraka  maka  Allah  menciptakan  Huraisy. Siapakah Huraisy itu? Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra katanya, Rasulullah Saw  bersabda: Kelak di hari kiamat akan keluar suatu (makhluk) dari neraka Jahannam namanya Huraisy yang dilahirkan dari yang panjangnya sejauh antara langit dan bumi sedang besarnya dari timur sampai barat.


Lalu  Jibril  as  bertanya: Hai Huraisy mau kemanakah engkau dan siapa yang engkau cari?

Dikisahkan dalam sebuah kitab bahawa apabila tiba hari kiamat nanti maka akan keluar seekor binatang dari neraka Jahanam yang digelar Huraisy, yang mana panjangnya ialah jarak antara langit dan bumi dan lebarnya pula dari timur hingga ke barat. Huraisy adalah kelahiran anak Kala Jengking. Apabila ia keluar maka malaikat.

Lalu berkata Huraisy : “Aku mencari lima jenis orang .”
1. Orang yang tidak mengerjakan solat.
2. Orang yang tidak mahu mengeluarkan zakat.
3. Orang yang mendurhakai kedua orang tuanya.
4. Orang yang suka minum arak.
5. Orang yang sangat suka bercakap-cakap dalam masjid hal dunia.

 (Durratun Nasihin I, hal. 129)

Disamping  Huraisy  yang  besar  itu  Allah  juga  menghiasi  neraka dengan binatang-binatang  kecil  yang  berukuran  kecil  menurut  dimensi  neraka. Diriwayatkan  dari  Jabir bin Abdullah ra dari Nabi Saw, beliau bersabda:

Sungguh  di  neraka  terdapat  beberapa   dan kalajengking sebesar leher unta.  Maka mereka  akan  memagut  serta menyengat salah seorang dari kamu dengan  pagutan  dan sengatan  yang  dapat dirasakan panasnya selama empat pulun musim gugur. (Daqaa-Ioqul Akhbaari)
(Dari Durratun Nasihin III, hal 243-Usman al-Khaibawi)

Untuk  melengkapi penderitaan orang-orang kafir, Allah juga melipatgandakan dimensi tubuh mereka ratusan ribu kali. Dari Imam Muslim dari Abu Hurairah ra dia berkata bahwa Rasulullah  Saw  bersabda: Geraham orang kafir itu seperti gunung Uhud dan tebal kulitnya sejauh tiga hari perjalanan.


Keterangan:  Dimensi  mereka  diperbesar  ratusan  ribu  kali  lipat  untuk memperluas permukaan  kulit. Hal ini dimaksudkan agar segala macam siksaan terutama siksa bakaran dapat benar-benar dirasakan.

No comments:

Post a Comment